Powered By

Free XML Skins for Blogger

Powered by Blogger

Sekilas Tentang Ekonomi Makro

Senin, 19 April 2010

Ilmu ekonomi muncul karena adanya tiga kenyataan berikut :
• Kebutuhan manusia relatif tidak terbatas.
• Sumber daya tersedia secara terbatas.
• Masing-masing sumber daya mempunyai beberapa alternatif penggunaan.
Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia di dalam memenuhi kebutuhannya yang relatif tidak terbatas dengan menggunakan sumber daya yang terbatas dan masing-masing sumber daya mempunyai alternatif penggunaan (opportunity cost).
Secara garis besar ilmu ekonomi dapat dipisahkan menjadi dua yaitu ilmu ekonomi mikro dan ilmu ekonomi makro.
Ilmu ekonomi makro mempelajari variabel-variabel ekonomi secara agregat (keseluruhan). Variabel-variabel tersebut antara lain : pendapatan nasional, kesempatan kerja dan atau pengangguran, jumlah uang beredar, laju inflasi, pertumbuhan ekonomi, maupun neraca pembayaran internasional. Sementara ilmu ekonomi mikro mempelajari variabel-variabel ekonomi dalam lingkup kecil misalnya perusahaan, rumah tangga.
Ilmu ekonomi makro mempelajari masalah-masalah ekonomi utama sebagai berikut :
• Sejauh mana berbagai sumber daya telah dimanfaatkan di dalam kegiatan ekonomi. Apabila seluruh sumber daya telah dimanfaatkan keadaan ini disebut full employment. Sebaliknya bila masih ada sumber daya yang belum dimanfaatkan berarti perekonomian dalam keadaan under employment atau terdapat pengangguran/belum berada pada posisi kesempatan kerja penuh.
• Sejauh mana perekonomian dalam keadaan stabil khususnya stabilitas di bidang moneter. Apabila nilai uang cenderung menurun dalam jangka panjang berarti terjadi inflasi. Sebaliknya terjadi deflasi.
• Sejauh mana perekonomian mengalami pertumbuhan dan pertumbuhan tersebut disertai dengan distribusi pendapatan yang membaik antara pertumbuhan ekonomi dan pemerataan dalam distribusi pendapatan terdapat trade off maksudnya bila yang satu membaik yang lainnya cenderung memburuk.
Kegiatan ekonomi di masing-masing negara dihitung melalui perhitungan Produk Domestik Bruto (PDB) (Gross Domestic Product), Produk Nasional Bruto (PNB) (Gross National Product), maupun Pendapatan Nasional (PN) (National Income).
PDB adalah nilai seluruh barang akhir dan jasa yang dihasilkan oleh siapapun di dalam wilayah teritorial suatu negara selama periode waktu satu tahun. PNB adalah nilai seluruh barang akhir dan jasa yang dihasilkan oleh seluruh warga negara suatu negara selama periode waktu satu tahun.
PDB - balas jasa faktor produksi secara netto yang mengalir ke luar negeri=PNB.
PNB - penyusutan = Produk Nasional Netto (PNN).
PNN - pajak tidak langsung = Pendapatan Nasional

Latar belakang Penulisan Ilmiah dengan Judul:

Rabu, 07 April 2010

Pengaruh Tingkat Inflasi Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG):

Penelitian yang dilakukan oleh Okty (2002) yang menyatakan faktor ekstern yang mempengaruhi harga saham adalah tingkat suku bunga dan inflasi. Tingginya inflasi dan suku bunga bank akan menyebabkan beban operasional perusahaan semakin berat serta akan mempengaruhi kinerja keuangan badan usaha. Disisi lain, meningkatnya suku bunga merupakan peluang investasi yang cukup menjanjikan bagi investor deposito. Semua ini pada akhirnya akan berdampak pada harga saham di pasar modal (Utami dan Rahayu, 2003).

keberadaan pasar Modal disuatu Negara mempunyai peranan yang cukup penting, karena pasar modal menjalankan fungsi ekonominya, pasar modal menyediakan fasilitas untuk memindahkan dana dari pihak yang mempunyai kelebihan dana kepada pihak yang memerlukan dana. Pasar modal telah tumbuh menjadi bagian penting dari perekonomian Indonesia, karena pasar modal diharapkan dapat menjalankan fungsi penting yaitu menjadi alternatif pendanaan bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia selain perbankan.
Oleh sebab itu perusahaan untuk memenuhi kebutuhan dananya dapat memanfaatkan keberadaan pasar modal, walaupun telah ada lembaga perbankan, namun karena terbatasnya Leverage, suatu perusahaan tidak bisa mendapatkan pinjaman dari perbankan. Salah satu cara yang digunakan oleh perusahaan untuk mendapatkan dana segar yaitu dengan mengeluarkan sejumlah saham untuk dijual, baik kepada pihak interen perusahaan maupun kepada masyarakat pada umumnya. Dana yang masuk dari penjualan saham kepada masyarakat dan interen perusahaan akan memperkuat struktur permodalan perusahaan. Perusahaan yang mempunyai struktur permodalan yang kuat tentunya menarik minat para investor untuk melakukan investasi di perusahaan tersebut. Proses investasi ini menunjukan bagaimana investor atau pemodal melakukan investasi, baik itu investasi dalam sekuritas maupun investasi dalam bentuk lain.
Nilai IHSG dapat menjadi leading indicator economic pada suatu Negara. Pergerakan indeks sangat dipengaruh oleh ekspektasi investor atas kondisi fundamental suatu Negara maupun global. Adanya informasi baru akan mempengaruhi ekspektasi investor dan akhirnya berpengaruh pada IHSG. Secara garis besar ada tiga faktor yang mempengaruhi IHSG. Secara garis besar ada tiga faktor yang mempengaruhi IHSG yaitu: faktor domestic, faktor asing, dan faktor aliran dana ke Indonesia.
Faktor domestic merupakan faktor-faktor fundamental seperti inflasi, pendapatan nasional, jumlah uang beredar, suku bunga, maupun nilai tukar rupiah. Inflasi akan mempengaruhi ekspektasi investor yang akhirnya akan mempengaruhi pergerakan IHSG. Dengan demikian, semakin tinggi tingkat inflasi di suatu Negara, akan menyebabkan berkurangnya minat investor untuk menginvestasikan dananya ke dalam bentuk saham dan menyebabkan kondisi IHSG akan terkoreksi semakin tajam (Pananda Pasaribu, Wilson R.L Tobing dan Adler Haymans Manurung, 2008). Tingkat suku bunga dan jumlah uang beredar akan mempengaruhi nilai IHSG di lantai bursa, karena banyaknya jumlah uang beredar di masyarakat akan menyebabkan Bank Indonesia meningkatkan suku bunga Bi, hal tersebut akan menarik minat masyarakat untuk menabung di bank. Di sisi lain, jumlah bank yang cukup banyak menyebabkan persaingan suku bunga antar bank menjadi ketat, sehingga bank berlomba-lomba untuk memberikan tingakat suku bunga yang tinggi agar masyarakat menyimpan uang di bank tersebut. Kondisi ini menyebabkan tingkat suku bunga pinjaman semakin tinggi dan melebihi tingkat pengembalian investor di pasar modal. Akibatnya, investasi di pasar modal tidak menarik lagi, dan investor akan berduyun-duyun mengalihkan dananya dari pasar modal ke tabungan karena memberikan tingakt pengembalian hasil yang lebih tinggi dan risiko yang lebih rendah. Dengan demikian akan menyebabkan menurunnya tingkat IHSG di lantai bursa. Dan penurunan nilai tukar tehadap dollar, akan terjadi penurunan nilai kapitalisasi pasar dan yang diperdagangkan di BEI karena akan didominasikan oleh mata uang Dollar AS.

BIOGRAFI DAVID RICARDO (1772-1823)

David Ricardo adalah seorang yang tidak memiliki latar belakang pendidikan ekonimi yang cukup. Namun pekerjaannya dalam bidang pasar modal yang sudah digelutinya sejak berusia empat belas tahun membuatnya paham tentang dunia ekonomi. James Mill, bapak Jhon Stuart Mill adalah yang berjasa mendorong Ricardo untuk menulis tentang dunia ekonomi. Permintaan tersebut dikabulkan.
Sebagai bukti kegemarannya dalam menulis, Ricardo telah menghasilkan banyak buku yang membahas tentang keuangan dan perbankan, seperti The High Price of Bullion (1810) dan A Proof of Deppreciation of the Bank Notes (1811). Tahun 1815 ia menerbitkan Essay on the Influence of the Low Price of Corn on the Profit of Stock, yang pada tahun 1817 judulnya diubah menjadi The Principles of Political Economy and Taxation. Buku ini ternyata mendominasi teori-teori ekonomi klasik tidak kurang setenga abad lamanya.
Pemikiran Ricardo sependapat dengan Smith bahwa labor memgang peran penting dalam perekonomian. Ide yang berasal dari Smith ini kemudian dikembangkan menjadi teori-teori harga-harga relative (theory of relative price) berdasarkan biaya produksi, yaitu biaya labor menjadi unsur utama, disamping biaya-biaya kapital. Kapital mendapat perhatian yang cukup besar dalam analisis Ricardo sebab kapital tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas labor, tetapi juga berperan dalam mempercepat proses produksi sehingga hasil produksi dapat dengan cepat dinikmati atau dikonsumsi.
Diantara berbagai toeri Ricardo, terdapat satu teori yang paling terkenal yaitu teori keuntungan komparatif (comparative advantage) dari perdagangan internasional. Oleh karena teori ini Ricardo dianggap sebagai arsitek utama perdagangan bebas. Yang dimaksud dengan teori ini oleh Ricardo dijelaskan bahwa setiap kelompok masyarakat atau Negara sebaiknya mengahasilkan produk-produk yang dihasilkan lebih efisien, selanjutnya kelebihan produksi atas kebutuhan dapat diperdagangkan.
David Ricardo sering dianggap sebagai pakar aliran klasik yang sangat gemilang selain Adam Smith. Akan tetapi, kehebatannya dalam melakukan analisis ekonomi juga paling banyak mendapat kecaman. Hal ini disebabkan dalam melakukan analisis ia sering bersikap “tegar dan dingin”. Sebagai akibatnya, ilmu ekonomi kemudian diejek sebagai ilmu yang “tidak berperasaan” sebab dalam melakukan pembahasan para pakar seperti Ricardo berusaha lebih banyak menggunakan rasio (pikiran, akal sehat) dan menghindari unsur perasaan atau sentimen sebisa-bisanya.